Online Devotions • Indonesia

Hari Sebelumnya

Mei 18

Baca I Tawarikh 21, 22, 23

Salomo berusia kira-kira 20 tahun ketika ia diangkat sebagai raja. Karena biasanya orang-orang muda masih belum memiliki banyak pengalaman dan kesempatan belajar dari orang-orang yang lebih tua, maka mereka cenderung meremehkan hal-hal yang sebenarnya sangat prinsipil atau penting. Karena itu Daud menasihatkan Salomo agar memelihara Taurat Tuhan, Allahmu. Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dann hukum-hukum yang diperintahkan Tuhan kepada Musa untuk orang Israel (I Tawarikh 22:12-13). Bukankah Tuhan, Allahmu, menyertai kamu dan telah mengaruniakan keamanan keopadamu ke segala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan Tuhan dan kepada umatNya. Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari Tuhan, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus Tuhan, Allah, supaya tabut perjanjian Tuhan dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama Tuhan (22:18-19).

Bahan-bahan yang telah disiapkan dan dikumpulkan oleh Daud dan rencana-rencana pembangunan Bait Allah itu sekarang telah berpindah tangan kepada Salomo. Jadi penting sekali agar Salomo mengarahkan hati dan jiwa untuk mencari Tuhan ..... dan mulai mendirikan tempat kudus. Hal ini harus mendorongnya untuk mulai membangun Bait Allah dan menjadikannya sebagai proyek yang terutama. Namun sebaliknya ternyata Salomo lebih mementingkan kepentingan pribadinya karena ia baru memulaikan pembangunan Bait Allah itu pada tahun keempat pemerintahannya. Yang pertama Salomo lakukan adalah mengumpulkan kereta-kereta dan kuda-kuda (II Tawarikh 1:14; 3:2). Ini tentu saja melanggar perintah Allah (Ulangan 17:16-17; I Raja-Raja 10:26--11:4).

Sebagaimana Daud telah menasihatkan Salomo untuk mengarahkan hatinya dan mencari Tuhan, demikian pula Kristus menasihatkan orang percaya masa kini untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya (Matius 6:33). Kita tahu dengan pasti bahwa Tuhan akan menyediakan segala kebutuhan jasmani kita sesuai dengan janjiNya. Mencari dahulu kerajaan Allah dapat disamakan dengan membangun Bait Allah itu -- hal-hal kelihatan yang kita dapat lakukan dalam pelayanan Tuhan. Namun bagian berikut dari ayat ini jauh lebih penting -- mencari kebenaranNya. Kita dapat membaca dalam Roma 8:13, tetapi jika oleh Roh, kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Keadaan batin seseoranglah yang menjadi perhatian utama Tuhan terhadap kita. Ayat ini paralel dengan teladan yang diperlihatkan Daud, yang tidak merasa puas hanya dengan menyediakan bagi Salomo semua bahan yang dibutuhkan bagi pembangunan Bait Allah. Memang, batu-batu, kayu, emas, besi, dan logam-logam lainnya yang berharga diperlukan, selain itu juga kerelaan untuk bekerja keras, pikiran yang terpusat, dan hati yang rela berkorban,

Namun bahan yang terbaik dan pekerja yang paling terampil sekalipun tidak akan berguna tanpa disertai kehidupan yang diserahkan penuh kepada Tuhan yang menjadi tujuan pembagunan Bait Allah itu. Hal ini juga menjadi ilustrasi yang baik mengenai keseimbangan alkitabiah antara kedaulatan (kekuasaan) Tuhan dan tanggung jawab manusia.

Nasihat Daud kepada Salomo juga dibutuhkan oleh setiap orang Kristen. Iman yang benar ditunjukkan melalui komitmen kita terhadap kehendak Allah dan ketergantungan kita kepada Allah dalam menjawab doa kita, namun kita pun dituntut untuk berupaya sekuat tenaga kita untuk mewujudkannya. Hal ini dilukiskan oleh Daud ketika ia mendapat berita bahwa Ahitofel, penasihatnya yang paling dipercaya telah bersekongkol dengan Absalom untuk merampas takhta Daud. Ia berdoa: Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya Tuhan (II Samuel 15:31). Namun pada waktu yang sama, ia mengutus Husai ke perkemahan Absalom demi untuk menggagalkan nasihat Ahitofel. Dan ternyata Tuhan menjawab permintaan doa Daud melalui nasihat Husai kepada Absalom. Allah yang sama yang mengatur hasil akhir atau akibat dari sesuatu usaha sering menetapkan pula tentang cara atau prosedur yang harus ditempuh untuk mencapai hasil itu melalui orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas mereka dengan baik. Iman dan perbuatan itu selalu berjalan bersama-sama.

Kita haru meminta .... mencari (terus meminta) .... mengetuk (Matius 7:7-8). Ini berarti bahwa kita harus berbuat sebaik mungkin untuk melaksanakan kehendakNya dengan disertai sikap yang dikemukakan oleh Yakobus ketika ia menulis: Iman tanpa perbuatan itu mati (sia-sia) (Yakobus 2:20).

Kristus Dinyatakan:

Melalui mezbah yang didirikan Daud untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan dan memulihkan Israel kepada kedudukan yang benar di hadapan Allah (I Tawarikh 21:18,26). Hanya melalui Kristus kita memperoleh kedudukan yang benar di hadapan Allah (Roma 3:24-26).

Saran Doa:

Carilah pimpinan Tuhan dalam setiap hal yang anda perbuat atau katakan, Ia akan menunjukkan pimpinanNya kepada anda (Amsal 3:6).

Bacaan Tambahan:

I Korintus 5

Ayat Hafalan Minggu Ini:

I Petrus 1:19

Hari Berikutnya