View Devotion in:
Choose Devotion
by Date:
Choose Devotion
by the Scripture:
Choose a Reading
Schedule:
Read a Bible Book
Introduction:

For Bible Pathway devotions in Chinese,
click here.

Subscribe

Pebruari 2

Baca Imamat 4, 5, 6

Walaupun terdaftar pada urutan kedua dalam kitab Imamat, korban persembahan ketiga yang dibawa adalah korban sajian: Inilah hukum tentang korban sajian — Imamat 6:14-16). Korban ini adalah satu-satunya dari ke lima korban persembahan yang terbuat dari tepung. Gandum itu ditumbuk sampai menjadi tepung kemudian dicampur dengan minyak, garam dan kemenyan — tanpa ragi, yang melambangkan dosa — kemudian adonannya di bakar di atas mezbah. Hal ini melukiskan kehidupan Kristus, Juruselamat yang tidak berdosa, yang telah meninggalkan kemuliaanNya sebagai Allah Pencipta untuk dihancurkan seperti gandum dalam gilingan kerendahan. Ia harus menanggung pukulan dan penderitaaan yang dahsyat, dimahkotai duri, dan akhirnya mati di atas kayu salib. Ia melakukannya untuk menjadi Roti Hidup, Pemelihara umatNya dalam sepanjang perjalanan mereka. Karena Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang (Matius 20:28; Markus 10:45; Yohanes 12:24).

Istilah bahasa Ibrani untuk korban sajian menunjukkan bukan hanya kualitas atau nilai dari korban persembahan yang dibawa itu melainkan juga menandakan kehidupan dari pembawa korban yang berada dalam hubungan yang benar dengan Allahnya. Baik pemberian maupun pemberinya kedua-duanya harus berkenan kepada Oknum yang akan menerima pemberian itu. Lebih baik tidak memberikan pemberian dari pada memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kesanggupan pemberinya atau diberikan oleh orang yang hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Allah. Pemberian sedemikian akan menjadi kehinaan kepada Tuhan. Sebab bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7).

Garam harus digunakan pada korban yang akan dipersembahkan. Garam itu membuat makanan menjadi enak untuk dimakan. Juga garam itu berfungsi sebagai pengawet yang akan membuat makanan itu tidak cepat busuk. Namun garam itu mengandung makna yang lebih dalam, seperti yang kita dapat baca: Janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu (Imamat 2:13). Garam perjanjian tak dapat dilanggar karena bila itu dilakukan maka setiap butir garam dari kedua pihak yang mengadakan perjanjian, yang telah saling bercampur baur itu, harus dikembalikan kepada pemiliknya yang semula. Hal ini tentu saja mustahil untuk dilaksanakan! Dalam seluruh pelaksanaan korban persembahan dan hari raya ini tak boleh ada yang ditambah maupun dikurangi.

Sebagai orang-orang Kristen kita diajarkan: Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang (Kolose 4:6). Kita harus bertindak sedemikian rupa sehingga dunia akan mengenal kita sebagai umat yang terikat dalam suatu hubungan perjanjian dengan Tuhan.

Kemenyan, ketika dibakar bersama dengan korban persembahan, akan mengeluarkan bau harum yang menyenangkan dan hal ini menunjukkan perkenan Allah terhadap doa serta permohonan dari setiap orang yang terikat dalam hubungan perjanjian dengan Dia. Korban bakaran menunjukkan penyerahan diri, sedangkan korban sajian menunjukkan penyerahan diri untuk pelayanan. Kita tak dapat mempersembahkan sesuatu pelayanan yang berkenan kepadaNya apabila kita belum lebih dahulu mempersembahkan diri kita. Urutan ini nyata dalam sepanjang isi Alkitab.

Tidak boleh ada ragi dalam korban sajian itu. Karena ragi sangat cepat mengkhamiri seluruh adonan, maka kita dinasihatkan agar membuang ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran (1 Korintus 5:6-8)..

Kristus Dinyatakan:

Melalui anak lembu jantan yang dibakar di luar perkemahan (Imamat 4:12). Hal ini menjadi gambaran tentang yesus yang menderita di luar pintu gerbang (Ibrani 13:11-12).

Saran Doa:

Tadahkanlah tangan pujian dan doa anda, dan sembahlah Tuhan (1 Timotius 2:8).

Bacaan Tambahan:

Markus 5

Ayat Hafalan Minggu Ini: Yohanes 3:18

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

© Copyright 2010 - 2012 Bible Pathway Ministries