For Bible Pathway devotions in Chinese,
click here.
Sesuai dengan pembacaan kita pada hari ini, kita melihat bahwa korban keselamatan terdaftar pada urutan ketiga setelah korban penghapus dosa dan penebus salah. Namun dalam prakteknya korban keselamatan dibawa terakhir karena keselamatan atau damai adalah karunia Allah sebagai akibat kesetiaan kita terhadap tuntutan Allah. Inilah hukum tentang korban keselamatan, yang harus dipersembahkan orang kepada Tuhan. Jikalau ia mempersembahkannya untuk memberi syukur, haruslah beserta korban syukur itu dipersembahkannya roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak, serta roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk, yang diolah dengan minyak .... Dan apabila seseorang kena kepada sesuatu yang najis, yakni kepada kenajisan yang berasal dari manusia, atau kepada hewan yang najis atau kepada setiap binatang yang merayap yang najis, lalu memakan dari pada daging korban keselamatan yang untuk Tuhan, maka haruslah nyawa orang itu dilenyapkan dari antara bangsanya (Imamat 7:11-12,21).
Korban keselamatan itu menandakan hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian dengan Allah maupun dengan sesama. Namun Syalom, istilah Ibrani untuk kedamaian, mengandung arti yang lebih dalam. Istilah ini mengandung arti kebahagiaan, kepuasan, dan ketenangan. Korban keselamatan (damai) dibawa sebagai akibat terkabulnya doa-doa, dalam kaitan dengan sumpah, atau sebagai tanda pengucapan syukur. Korban-korban keselamatan selalu diikuti dengan korban-korban sajian (Bilangan 15:4; Ulangan 12:5-7).
Untuk mempersembahkan korban keselamatan, pembawa korban itu harus meletakkan tangannya di atas kepala korbannya, lalu menyembelihnya, mengambil lemaknya dan memberikannya sebagai bagian dari korban persembahan yang harus dibakar di atas mezbah oleh para imam sebagai bagian untuk Allah. Lemak binatang itu tak boleh dimakan. Karena setiap orang yang memakan lemaknya ......haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya (Imamat 3:2; 7:23,25).
Korban keselamatan merupakan pesta sukacita yang dilaksanakan oleh imam dan umat di hadapan hadirat Allah yang berhak menerima lemak di atas mezbah (7:31). Setelah Tuhan menerima lemaknya dan para imam menerima bagiannya, maka semua yang tersisa akan dimakan oleh orang yang membawa korban, para sahabatnya, dan keluarganya di pelataran Kemah Suci. Mereka bersukacita atas hal-hal yang indah yang Allah telah karuniakan. Pundak, paha, dan dada — sebagai lambang kekuatan dan belas kasihan — diberikan kepada imam yang mempersembahkan korban itu — sebagai peringatan bahwa kekuatan dan kasih Allah telah dikaruniakan kepada mereka yang melayani Dia. Korban itu haruslah seekor lembu jantan (9:3-4), sapi (Keluaran 20:24; 24:5), kambing, atau anak domba, namun harus tidak bercela, yang menggambarkan kehidupan Kristus yang sempurna. Lembu jantan itu menggambarkan Tuhan sebagai Oknum yang perkasa dan panjang sabar, anak domba melambangkan Oknum yang lembut dan rendah hati, kambing melambangkan Oknum yang hina dan ditolak (Imamat 3:1,7,12).
Dalam membawa korban persembahan, mereka yang miskin boleh membawa burung, namun burung tidak diperkenankan untuk dibawa dalam korban keselamatan. Korban jenis ini harus seekor binatang karena seekor burung tidak cukup untuk dimakan oleh semua orang. Hanyalah binatang jantan yang boleh dipersembahkan dalam beberapa jenis korban persembahan tertentu, namun untuk korban keselamatan, boleh membawa binatang jantan atau betina (3:1,6).
Korban keselamatan menggambarkan kehidupan Kristus yang telah memulihkan hubungan Allah dan manusia. Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita Yesus, Kristus (Roma 5:1). Selain itu, hubungan yang benar dengan Allah akan mewujudkan kasih dan perdamaian dengan sesama orang percaya yang telah dipanggil untuk menjadi satu Tubuh (Kolose 3:15).
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami (2 Korintus 5:19)
Kristus Digambarkan:
Oleh Musa ketika ia mengasingkan dan menetapkan para imam yang telah dipanggil untuk pelayanan (Imamat 8:23-24). Kristus adalah Oknum yang telah mengasingkan serta menetapkan orang percaya untuk pelayanan (Yohanes 15:16).
Saran Doa:
Hampirilah Tuhan dalam doa dengan penuh keberanian untuk mendapatkan rahmat dan kasih karuniaNya (Ibrani 4:16)
Bacaan Tambahan:
Markus 6
Ayat Hafalan Minggu Ini: Yohanes 3:18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.