For Bible Pathway devotions in Chinese,
click here.
Dalam pembacaan hari ini dinyatakan tentang dua korban persembahan yang tidak berbau harum — artinya tidak menyenangkan hati Tuhan karena Ia adalah kudus, membenci dosa, dan tak tahan memandang dosa. Lalu kata Musa kepada Harun: ....... olahlah korban penghapus dosa ..... dan adakanlah pendamaian bagimu sendiri ...... lalu dibawanya persembahan bangsa ke mezbah; diambilnyalah kambing jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu, lalu disembelihnya dan dipersembahkannya sebagai korban penghapus dosa seperti yag pertama (Imamat 9:7,15).
Korban penghapus dosa merupakan kewajiban, karena pada hakekatnya kita adalah orang-orang yang harus dimurkai ...... Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Efesus 2:3; Roma 3:23), dan korban penebus salah diwajibkan untuk menebus segala kesalahan yang kita telah perbuat terhadap Allah dan sesama kita.
Kedua jenis korban ini penting untuk memulihkan hubungan yang telah terputus antara Allah dan manusia. Ketiga korban lainnya tidak akan diterima apabila ke dua korban ini belum dipersembahkan. Kedua korban ini sangat berkaitan erat, namun sangat berbeda. Korban penghapus dosa melambangkan Kristus sebagai penanggung dosa — Ia telah dijadikan dosa karena kita (2 Korintus 5:21). Dan korban penebus salah melambangkan Kristus yang telah menjadi korban karena dosa-dosa kita yang banyak (Roma 5:6; 1 Korintus 15:3; 2 Korintus 5:15; 1 Yohanes 1:7,9), sehingga olehnya terbuka jalan bagi orang berdosa untuk dapat diterima oleh Allah.
Dosa itu harus dibereskan. Kita boleh saja menyebutnya beralasan, tidak disengaja, atau dilakukan karena tidak tahu, namun dosa itu tak dapat dibiarkan. Manusia mengenal godaan-godaan, pencobaan-pencobaan, kegagalan-kegagalan, dan dosa; namun binatang tidak mengenal hal-hal ini dan karena itu binatang hanya dapat dijadikan tebusan sementara bagi dosa. Hanyalah pengurbanan Kristus yang dapat menghapus dosa-dosa dan memuaskan tuntutan hukuman Allah terhadap dosa itu. Korban-korban ini hanya berfungsi sebagai lambang dari korban yang sempurna yang telah dipersembahkan oleh Allah Tunggal Allah yang sempurna.Kristus adalah korban penebus kesalahan kita. Ia telah mengampuni segala pelanggaran anda dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita ........ dengan memakukannya pada kayu salib (Kolose 2:13-14; juga 2 Korintus 5:19).
Dosa adalah pelanggaran terhadap kehendak Allah yang sempurna. Dosa itu bukan hanya berarti melakukan kesalahan dengan sengaja, melainkan juga berarti tidak (gagal) melakukan hal yang benar (Yakobus 4:17). Dalam membawa korban penebus kesalahan, orang yang bersalah itu harus mengadakan pengakuan kesalahan yang telah dilakukannya. Bila itu menyangkut perampasan barang yang bukan miliknya, maka sebagai tanda bahwa ia telah bersalah, ia harus mempersembahkan korban. Kemudian ia harus mengembalikan barang yang dirampasnya ditambah seperlima dari nilai barang itu kepada pemiliknya (Imamat 6:4-5).
Korban penebus salah melibatkan bukan hanya pelakunya melainkan juga para saksinya. Allah menuntut agar hukuman dilaksanakan bukan hanya terhadap pelanggar hukum, melainkan juga terhadap setiap orang yang terbukti terkait dengan kejahatan itu — hal ini sering kali diabaikan pada masa kini (5:1; 2 Yohanes 1:9-11). Agar lebih jelas maka kita melihat contohnya. Setelah Allah menggunakan bangsa Israel untuk menghancurkan Yerikho, didapati bahwa Akhan telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah, yaitu ia telah mengambil sebuah jubah Babel dan beberapa barang yang lain (Yosua 7:21). Akhan bukan hanya dihukum dengan pelemparan batu, melainkan juga anak-anak dan isterinya dihukum karena perbuatannya. Implikasi dari peristiwa ini adalah bahwa kaum keluarganya tampaknya mengetahui akan perbuatan dosanya sehingga mereka dianggap bersalah karena menutupi perbuatan dosanya.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan oleh hukum Taurat ...... telah dilakukan oleh Allah .... dengan mengutus AnakNya sendiri supaya tuntutan hukum Taurat itu digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh (Roma 8:3-4).
Kristus Dinyatakan:
Melalui korban anak domba yang tak bercela (Imamat 9:3; bandingkan Yohanes 1:29)
Saran Doa:
Berdoalah agar Tuhan mengaruniakan perkataan yang tepat untuk menyaksikan Kristus kepada orang-orang lain (Matius 10:18-20).
Bacaan Tambahan:
Markus 7
Ayat Hafalan Minggu Ini: Yohanes 3:18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.